DPR Soroti Hanta Virus, Pola Hidup Bersih Dinilai Jadi Kunci Pencegahan

Jakarta – Anggota Komisi IX DPR RI Arzeti Bilbina mengimbau masyarakat untuk disiplin menjaga kesehatan diri dan kebersihan lingkungan guna mencegah penyebaran Hantavirus. Imbauan tersebut disampaikan menyusul munculnya laporan terkait tiga orang meninggal dunia di kapal pesiar MV Hondius yang dikaitkan dengan Hanta Virus. Arzeti meminta masyarakat tetap tenang dan tidak panik berlebihan dalam menyikapi informasi yang beredar.

Menurut Arzeti, World Health Organization telah menegaskan bahwa Hanta Virus bukan awal dari pandemi baru seperti COVID-19. Ia menekankan pentingnya memperkuat penerapan pola hidup bersih dan sehat (PHBS) sebagai langkah utama pencegahan. Politikus PKB itu juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah menyebarkan informasi yang belum terverifikasi karena dapat memicu keresahan dan disinformasi di tengah publik.

Arzeti menjelaskan bahwa Hanta Virus umumnya menyebar melalui kontak dengan tikus atau kotorannya, sehingga masyarakat perlu meningkatkan sanitasi lingkungan dan menjaga kebersihan tempat tinggal. Langkah sederhana seperti rutin mencuci tangan menggunakan sabun, menjaga kebersihan rumah, serta memastikan tempat penyimpanan makanan tetap tertutup dan higienis dinilai efektif mencegah penularan. Sebelumnya, Dinas Kesehatan Kabupaten Kulon Progo menyatakan hasil laboratorium suspek Hanta Virus di wilayah tersebut negatif, namun masyarakat tetap diminta waspada terhadap potensi penyakit zoonosis yang ditularkan melalui tikus. Dikutip dari RRI.co.id

  • Related Posts

    Perkuat Kolaborasi dan Penegakan Hukum, Pemerintah Maksimalkan Penanganan Karhutla

    JAKARTA — Pemerintah merapatkan barisan untuk memaksimalkan penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di berbagai wilayah Indonesia melalui penguatan koordinasi lintas sektor, pengerahan personel, hingga penegakan hukum tegas. Berdasarkan data…

    Bareskrim Telusuri Dugaan Pelanggaran pada Lima Produk Beras Fortifikasi

    Jakarta – Bareskrim Polri mengungkap dugaan pelanggaran perlindungan konsumen dalam produksi dan perdagangan lima merek beras fortifikasi setelah hasil pengujian laboratorium menemukan ketidaksesuaian kandungan gizi dengan informasi pada label kemasan.…