Jakarta – Pemerintah Indonesia memastikan ratusan prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) siap menjalankan misi perdamaian dunia di Lebanon melalui United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL). Pengiriman pasukan ini menjadi bagian dari kontribusi Indonesia dalam menjaga stabilitas dan perdamaian internasional di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Indonesia sendiri dikenal sebagai salah satu negara penyumbang pasukan perdamaian terbesar di dunia.
UNIFIL merupakan misi penjaga perdamaian PBB yang dibentuk pada 19 Maret 1978 melalui Resolusi Dewan Keamanan PBB Nomor 425 dan 426 setelah terjadinya invasi Israel ke Lebanon Selatan. Awalnya, misi ini bertugas memastikan penarikan pasukan Israel, memulihkan perdamaian dan keamanan internasional, serta membantu Pemerintah Lebanon memulihkan otoritas di wilayah konflik. Namun, setelah konflik antara Israel dan Hizbullah pada 2006, mandat UNIFIL diperluas melalui Resolusi 1701 sehingga tugas pasukan perdamaian menjadi lebih kompleks, terutama dalam menjaga keamanan kawasan perbatasan Lebanon dan Israel.
Dalam menjalankan mandatnya, pasukan perdamaian PBB memiliki sejumlah tugas penting, antara lain:
- Memantau penghentian permusuhan antara pihak yang bertikai.
- Mendukung Angkatan Bersenjata Lebanon di wilayah Lebanon Selatan.
- Mengawasi area Blue Line atau garis batas antara Lebanon dan Israel.
- Membantu distribusi bantuan kemanusiaan bagi warga sipil terdampak konflik.
- Mendukung pemulangan aman warga yang mengungsi akibat perang.
- Membantu pengamanan perbatasan Lebanon untuk mencegah masuknya senjata ilegal.
Melindungi personel, fasilitas, dan instalasi PBB di wilayah operasi.
Selain itu, pasukan penjaga perdamaian PBB juga memiliki kewenangan mengambil tindakan yang diperlukan guna memastikan wilayah operasional tidak digunakan untuk aktivitas permusuhan serta menjaga stabilitas keamanan di kawasan konflik. Dikutip dari RRI.co.id







