Jakarta – Nilai tukar rupiah pada penutupan perdagangan di Jakarta, Senin, melemah 21 poin atau 0,13 persen menjadi Rp16.667 per dolar AS. Pelemahan ini disebabkan oleh sikap The Fed yang belum menunjukkan kebijakan dovish sepenuhnya, sehingga membuat rupiah tetap sensitif terhadap sentimen global, meski tekanan eksternal tidak seagresif beberapa bulan lalu.
Taufan Dimas Hareva dari ICDX mengatakan penguatan rupiah pada pembukaan perdagangan bersifat teknikal dan respons jangka pendek terhadap pelemahan dolar AS, bukan perubahan fundamental yang kuat. Pasar saat ini masih mencari arah, sehingga ruang penguatan rupiah relatif terbatas dan rawan koreksi dalam rentang sempit.
Dari sisi domestik, stabilitas kebijakan Bank Indonesia dan data makro yang relatif terjaga menjadi penopang nilai tukar. BI tetap memberi sinyal menjaga stabilitas rupiah, namun lebih berfungsi menahan volatilitas daripada mendorong penguatan signifikan. Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) hari ini juga melemah ke Rp16.669 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.652 per dolar AS, mencerminkan kondisi pasar yang cenderung sideways. Dikutip dari Antaranews.com






