Pendapatan Petani Kopi Cikajang Naik, Capai Rp4,5 Juta per Bulan

  • Ekonomi
  • December 15, 2025
  • 0 Comments

Jakarta – Pendapatan rata-rata petani kopi yang tergabung dalam program Desa Sejahtera Astra Cikajang di Desa Cikajang, Kabupaten Garut, Jawa Barat, meningkat dari Rp1,3 juta per bulan menjadi Rp3,7–4,5 juta per bulan. Presiden Direktur Astra International Tbk, Djony Bunarto Tjondro, menyatakan peningkatan ini merupakan bagian dari komitmen Astra untuk memperkuat kemandirian ekonomi desa melalui peningkatan kapasitas dan kualitas produksi.

Peningkatan pendapatan diperkuat dengan terbentuknya koperasi mandiri yang mendukung keberlanjutan usaha kopi. Produk kopi arabika Desa Sejahtera Astra Cikajang juga telah menembus pasar internasional, termasuk Eropa, Dubai, Mesir, Singapura, dan Thailand, sehingga memperluas jangkauan pemasaran dan memperkuat posisi kopi lokal di pasar global.

Sejak 2017, Astra memberikan pendampingan melalui peningkatan kapasitas petani, penyediaan fasilitas pascapanen seperti solar dryer, serta pengolahan produk dari buah kopi menjadi green beans dan roasted beans. Upaya ini bertujuan meningkatkan kualitas produksi, produktivitas, dan akses pasar bagi petani.

Djony menyatakan program ini memberi nilai tambah langsung bagi masyarakat desa. Melalui Desa Sejahtera Astra, perusahaan berkomitmen menghadirkan dampak sosial berkelanjutan serta mendukung pemberdayaan ekonomi desa dan penguatan ekosistem pertanian berkelanjutan, sejalan dengan tujuan Astra untuk Sejahtera Bersama Bangsa dan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) Indonesia. Dikutip dari Antaranews.com

  • Related Posts

    Kemendag Naikkan HPE Emas Seiring Meningkatnya Minat Investasi Aman

    JAKARTA – Kementerian Perdagangan (Kemendag) resmi menetapkan kenaikan Harga Patokan Ekspor (HPE) dan Harga Referensi (HR) produk emas untuk periode 1 hingga 14 Mei 2026. Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri,…

    Penyaluran KUR Dinilai Belum Optimal, Ekonom Soroti Skema Suku Bunga

    Jakarta – Ekonom Center of Reform on Economics (CORE), Yusuf Rendy Manilet, menekankan bahwa kebijakan suku bunga Kredit Usaha Rakyat (KUR) harus mempertimbangkan ketepatan sasaran agar benar-benar efektif. Menanggapi rencana…