Jakarta – Badan Pangan Nasional (Bapanas) terus berupaya menjaga stabilisasi harga gula konsumsi seiring dimulainya musim giling tebu pada Mei 2026. Melalui kerja sama dengan Asosiasi Pengusaha Gula Indonesia (APGI), pemerintah optimistis pasokan gula nasional akan meningkat sehingga harga gula di pasaran dapat lebih terkendali dan stabil.
Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, I Gusti Ketut Astawa, mengatakan pihaknya telah melakukan koordinasi intensif bersama APGI untuk memperkuat langkah stabilisasi harga gula konsumsi. Menurutnya, dimulainya musim giling tebu pada Mei akan meningkatkan produksi gula secara signifikan dan memperlancar distribusi pasokan ke berbagai daerah. Pemerintah juga menargetkan harga gula tetap sesuai Harga Acuan Penjualan (HAP), yakni Rp17.500 per kilogram untuk wilayah umum dan Rp18.500 per kilogram untuk wilayah Indonesia Timur dan daerah 3TP.
Bapanas memproyeksikan produksi gula konsumsi pada Mei 2026 dapat melonjak hingga 276,4 ribu ton, meningkat tajam dibandingkan April yang hanya sekitar 58,3 ribu ton. Selain itu, stok gula yang dimiliki APGI dan Perum Bulog juga akan dioptimalkan melalui program Gerakan Pangan Murah untuk menjaga ketersediaan dan stabilitas harga di masyarakat. Pemerintah berharap langkah kolaboratif ini mampu menjaga pasokan gula tetap aman sekaligus menekan fluktuasi harga selama musim giling tebu berlangsung.






