Jakarta – Nilai tukar rupiah melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Senin pagi seiring mandeknya pembicaraan damai antara AS dan Iran. Analis mata uang Doo Financial Futures, Lukman Leong, mengatakan sentimen global tersebut mendorong penguatan dolar AS dan kenaikan harga minyak mentah dunia yang turut menekan pergerakan rupiah.
Pada perdagangan Senin pagi, kurs rupiah tercatat melemah 4 poin atau 0,02 persen menjadi Rp17.386 per dolar AS dibandingkan posisi sebelumnya di Rp17.382 per dolar AS. Mengutip laporan Sputnik, Iran menolak proposal perdamaian dari AS karena dianggap memuat tuntutan berlebihan dari Washington. Pemerintah Iran juga menekankan pentingnya penghentian perang serta jaminan keamanan pelayaran di Teluk Persia dan Selat Hormuz.
Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump menyebut respons Iran terhadap proposal perdamaian AS tidak dapat diterima. Media Iran melaporkan bahwa Teheran mengajukan sejumlah syarat dalam negosiasi lanjutan, termasuk pencabutan sanksi dan pencairan aset Iran yang dibekukan di luar negeri. Dari dalam negeri, pelaku pasar juga menanti data survei kepercayaan konsumen yang diperkirakan turun dari 122,9 menjadi 122. Berdasarkan kondisi tersebut, rupiah diproyeksikan bergerak di kisaran Rp17.300 hingga Rp17.400 per dolar AS. Dikutip dari Antaranews.com






