Jakarta – PT Pupuk Indonesia (Persero) terus mengoptimalkan distribusi pupuk nasional menyusul lonjakan signifikan pada angka penebusan oleh petani. Hingga awal Mei 2026, realisasi penebusan pupuk subsidi tercatat mencapai 3,4 juta ton, atau melonjak sebesar 36 persen secara tahunan (year-on-year). Sekretaris Perusahaan Pupuk Indonesia, Yehezkiel Adiperwira, mengungkapkan bahwa tren positif ini didorong oleh penurunan Harga Eceran Tertinggi (HET) pupuk subsidi sebesar 20 persen sejak Oktober 2025, serta antusiasme petani yang tinggi dalam menyambut musim tanam di berbagai wilayah Indonesia.
Peningkatan permintaan ini juga didukung oleh penyederhanaan tata kelola distribusi melalui Peraturan Presiden Nomor 113 Tahun 2025 yang mempermudah akses petani terhadap pupuk subsidi. Selain faktor regulasi, curah hujan yang berlangsung lebih panjang di sejumlah daerah turut memicu kenaikan aktivitas pemupukan. Untuk mengantisipasi hal tersebut, Pupuk Indonesia memastikan stok nasional tetap terjaga di level aman, yakni sebesar 1,1 juta ton per 11 Mei 2026, guna menjamin kebutuhan petani terpenuhi secara cepat, tepat, dan merata di seluruh pelosok negeri.
Dalam menjaga kelancaran operasional, perseroan memanfaatkan teknologi digital melalui Command Center dan aplikasi i-Pubers untuk memantau stok serta penebusan secara real-time hingga ke tingkat kios. Sistem terintegrasi ini memungkinkan perusahaan melakukan identifikasi cepat terhadap daerah dengan permintaan tinggi dan segera melakukan realokasi stok menggunakan infrastruktur logistik yang meliputi armada kapal dan jaringan gudang. Dengan sistem ini, Pupuk Indonesia berkomitmen untuk terus menjaga ketahanan pangan nasional melalui ketersediaan pupuk yang andal dan transparan bagi seluruh petani Indonesia. Dikutip dari Antaranews.com






