Jakarta – Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyampaikan poin utama arahan Presiden Prabowo Subianto yang menekankan pentingnya penguatan kedaulatan energi dan kemandirian bangsa pada tahun 2026. Dalam sesi retret yang berlangsung selama delapan jam di Hambalang, Presiden menginstruksikan agar program pemerintah difokuskan pada pelayanan rakyat dan pencapaian target kinerja di berbagai sektor krusial. Bahlil menyebutkan bahwa sektor energi dan migas akan menjadi salah satu pilar utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional serta mendukung program kesejahteraan masyarakat lainnya seperti pangan dan pendidikan.
Agenda retret tersebut mencakup penyampaian Taklimat Awal Tahun 2026 serta evaluasi mendalam terhadap capaian menteri-menteri Kabinet Merah Putih. Bahlil menegaskan bahwa seluruh jajaran kementerian wajib menjalankan instruksi Presiden dengan sistem satu komando guna memastikan program prioritas berjalan efektif dan tepat sasaran. Komitmen ini juga didukung oleh kesolidan koalisi partai pendukung pemerintah yang berupaya menyinergikan kebijakan pusat demi kelancaran program strategis nasional mulai dari kesehatan hingga pembangunan infrastruktur.
Melalui arah kebijakan yang jelas dari Presiden Prabowo, Bahlil optimistis kedaulatan pangan dan energi dapat segera terwujud melalui hilirisasi dan investasi yang berkelanjutan. Fokus pemerintah saat ini adalah memanfaatkan sumber daya alam secara optimal untuk kemakmuran rakyat serta memastikan ketersediaan energi yang terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat. Keterpaduan antara visi kepemimpinan dan eksekusi di lapangan diharapkan mampu memberikan dampak positif yang nyata bagi stabilitas ekonomi serta kualitas hidup rakyat Indonesia di masa mendatang. Dikutip dari Antaranews.com







