Kredit Perbankan 2026 Diprediksi Tumbuh Single Digit, Ini Pemicu Sikap Konservatif Bank

  • Ekonomi
  • January 7, 2026
  • 0 Comments

Jakarta – Perhimpunan Bank Nasional atau Perbanas memproyeksikan pertumbuhan kredit perbankan pada tahun 2026 masih akan berada di level satu digit, yakni sekitar 8 hingga 9 persen. Hal ini disebabkan oleh sikap konservatif perbankan dalam menghadapi permintaan dari sektor riil yang belum menunjukkan penguatan signifikan. Menurut Ketua Bidang Riset dan Kajian Ekonomi Perbankan Perbanas Aviliani, para pelaku usaha saat ini masih cenderung menahan diri untuk melakukan ekspansi akibat ketidakpastian kondisi ekonomi global.

Kenaikan permintaan kredit diharapkan muncul dari peningkatan aktivitas investasi dan belanja Badan Usaha Milik Negara yang biasanya menjadi pemicu bagi sektor swasta. Namun, saat ini permintaan kredit baru terbatas pada sektor-sektor tertentu dengan kepastian prospek jangka panjang, sementara pelaku usaha lain masih bersikap menunggu perkembangan pasar. Di sisi lain, segmen usaha kecil dan menengah juga dinilai masih menghadapi tantangan besar dalam hal inovasi dan integrasi ke dalam rantai pasok industri yang lebih besar.

Data menunjukkan bahwa pertumbuhan kredit saat ini didominasi oleh jenis investasi, sedangkan kredit modal kerja masih berjalan lambat karena pelaku usaha lebih memilih menggunakan dana internal. Aviliani menekankan pentingnya insentif untuk mendorong investasi yang lebih banyak menyerap tenaga kerja guna meningkatkan kualitas pertumbuhan ekonomi. Seiring dengan harapan penurunan suku bunga di masa depan, diharapkan para pelaku usaha mulai kembali memanfaatkan pembiayaan bank untuk memperkuat modal kerja dan operasional bisnis mereka. Dikutip dari Antaranews.com

  • Related Posts

    Defisit APBN Tembus 1,2 Persen, Kemenkeu Pastikan Masih Safe & On Track

    JAKARTA – Kementerian Keuangan mengonfirmasi kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga 30 September 2026 masih bergerak stabil dan sesuai koridor perencanaan (on track). Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengungkapkan…

    Mendag: Seruan Boikot di Malaysia Tak Goyahkan Perdagangan RI

    JAKARTA – Menteri Perdagangan (Mendag) RI Budi Santoso menegaskan bahwa seruan boikot terhadap produk-produk Indonesia yang digaungkan netizen Malaysia tidak berdampak signifikan terhadap kinerja perdagangan bilateral kedua negara. Mendag menilai…