JAKARTA – Raksasa teknologi Grab secara resmi mengukuhkan posisinya sebagai pemegang saham mayoritas di PT Super Bank Indonesia Tbk atau Superbank (IDX: SUPA) dengan total kepemilikan modal mencapai lebih dari 50 persen. Aksi korporasi ini sukses direalisasikan melalui serangkaian transaksi strategis di dalam ekosistem internal Grab, termasuk lewat pembelian saham oleh A5-DB Holdings dan GXS Pte. Ltd. CEO Grab Indonesia, Neneng Goenadi, menegaskan bahwa peningkatan kepemilikan ini mencerminkan keyakinan penuh perusahaan terhadap potensi jangka panjang ekonomi digital di Indonesia, sekaligus memperkuat komitmen dalam menghadirkan layanan keuangan yang inklusif serta relevan bagi mitra pengemudi, UMKM, dan masyarakat luas.
Sinergi yang semakin erat dalam ekosistem raksasa ini terbukti ampuh mendorong pertumbuhan bisnis dan akselerasi inklusi keuangan secara masif. Terhitung per April 2026, penyaluran kredit Superbank melonjak tajam hingga 55 persen secara year-on-year (YoY), yang mana salah satu pendorong utamanya disokong oleh produk inovatif ‘Pinjaman Atur Sendiri’ yang terintegrasi langsung di aplikasi Grab dan OVO. Presiden Direktur Superbank, Tigor M. Siahaan, menjelaskan bahwa integrasi ini memungkinkan perusahaan menghadirkan pengalaman perbankan digital yang seamless, aman, dan memberikan nilai tambah yang nyata bagi jutaan pengguna di seluruh tanah air.
Melonjaknya performa bisnis tersebut juga berdampak positif pada profitabilitas perusahaan yang tumbuh secara signifikan. Pada periode empat bulan yang berakhir 30 April 2026, bank digital berkode saham SUPA ini sukses membukukan laba sebelum pajak sebesar Rp142 miliar, atau meroket hingga 1.529 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Ke depan, manajemen Superbank berkomitmen untuk terus memacu inovasi produk serta memperluas akses pembiayaan yang bertanggung jawab demi menjaga tren pertumbuhan positif dan memperkuat daya saing di industri perbankan digital Indonesia. Dikutip dari Antaranews.com






