Setkab RI Distribusikan 18 Ton Bantuan bagi Warga Terdampak Bencana di Sumatera

  • Politik
  • December 12, 2025
  • 0 Comments

Jakarta – Sebanyak 42 pegawai Sekretariat Kabinet (Setkab) RI turun langsung ke Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat untuk mendistribusikan 18 ton bantuan kepada pengungsi banjir bandang dan longsor.

Bantuan yang diberikan meliputi pakaian, makanan siap saji, selimut, sarung, sajadah, susu bayi, obat-obatan, pembalut wanita, serta mainan untuk anak-anak di pengungsian. Tim Setkab juga mencatat kebutuhan pengungsi dan menyerap masukan dari berbagai pihak, bekerja sama dengan kementerian/lembaga, TNI/Polri, relawan, dan masyarakat setempat.

Deputi Bidang Pembangunan Manusia, Kebudayaan, dan Pemberdayaan Masyarakat Setkab RI, Amperawan, menyatakan kehadiran tim tidak hanya untuk menyalurkan logistik, tetapi juga memberikan dukungan moril dan semangat bagi warga terdampak bencana.

Banjir bandang dan longsor melanda tiga provinsi pada 25 November 2025. Berdasarkan data BNPB per 11 Desember 2025, jumlah korban jiwa mencapai 990 orang, 225 orang dilaporkan hilang, dan total pengungsi mencapai 884.889 jiwa. Sejak 28 November, total bantuan yang masuk mencapai 498 ton, dengan 351,4 ton telah didistribusikan melalui jalur darat, laut, dan udara.

Setkab menegaskan kehadiran tim di lapangan penting untuk mempercepat penanganan darurat, memastikan kebutuhan pengungsi terpenuhi, serta membantu masyarakat pulih dan kembali beraktivitas sehari-hari. Dikutip dari Antaranews.com

  • Related Posts

    TNI Jamin Kehadirannya di Sektor Sipil Demi Lindungi Rakyat, Bukan Intimidasi

    JAKARTA – Markas Besar Tentara Nasional Indonesia (Mabes TNI) meluruskan opini publik terkait penempatan perwira aktif di sejumlah instansi pemerintahan. Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI, Brigadir Jenderal TNI Muhamad Nas,…

    Tanpa Tunggu Panja, DPR Ambil Langkah Terobosan Rampungkan RUU Pemilu

    JAKARTA – Komisi II DPR RI mengambil langkah terobosan legislasi atau ijtihad hukum dengan aktif mengundang sejumlah pakar, akademisi, dan organisasi non-pemerintah (NGO) untuk menghimpun masukan strategis terkait evaluasi sistem…