TNI AD menjaga industri strategis nasional untuk mencegah sabotase dan melindungi kepentingan rakyat. Kepala Dinas Penerangan TNI AD, Kolonel Infanteri Donny Pramono, mengatakan kehadiran prajurit TNI di kawasan industri strategis bertujuan untuk melindungi objek vital, mencegah sabotase, dan menangani potensi ancaman terhadap kepentingan nasional.
Langkah ini sejalan dengan arahan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin agar seluruh aset vital negara dapat digunakan untuk kepentingan masyarakat. Meski demikian, TNI AD belum menerima instruksi rinci mengenai pola pengamanan atau satuan yang akan diterjunkan, yang nantinya akan ditentukan oleh Mabes TNI.
Sjafrie menambahkan bahwa pengamanan industri strategis, termasuk kilang minyak Pertamina, bertujuan memastikan aset pemerintah aman dan berfungsi optimal. Pengamanan ini dilakukan berdasarkan landasan hukum yang sah dan termasuk dalam tugas Batalyon Teritorial Pembangunan (BTP) yang tengah dibangun TNI di seluruh Indonesia, dengan lebih dari 100 BTP telah berdiri dan target 150 per tahun.
Dengan pengamanan ini, industri strategis diharapkan beroperasi maksimal, mendukung kemakmuran rakyat, dan memperkuat kedaulatan negara. Dikutip dari Antaranews.com






