JAKARTA – Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS berbalik menguat pada perdagangan Selasa (20/10/2026). Berdasarkan data Bloomberg pukul 11.00 WIB, rupiah menguat 0,27 persen ke level Rp18.001 per dolar AS setelah sebelumnya ditutup melemah di posisi Rp18.046. Kendati menunjukkan tren apresiasi, posisi nilai tukar mata uang Garuda yang masih bertahan di kisaran Rp18.000 mengindikasikan bahwa tekanan di pasar uang masih cukup membayangi.
Analis Pasar Uang Doo Financial Futures, Lukman Leong, menilai tekanan terhadap rupiah dipicu oleh sentimen negatif di pasar ekuitas yang diwarnai oleh aksi capital outflow atau arus modal asing yang keluar. Di sisi lain, sentimen eksternal seperti eskalasi konflik di Timur Tengah dan perang Ukraina-Rusia yang memicu kenaikan harga minyak mentah turut membayangi pergerakan nilai tukar. Hari ini, rupiah diproyeksikan bergerak di rentang Rp18.000 hingga Rp18.100 per dolar AS, sementara indeks dolar AS tercatat sedikit melemah ke level 101,71.
Menanggapi dinamika tersebut, Bank Indonesia (BI) menegaskan komitmennya untuk terus menjaga stabilitas nilai tukar melalui optimalisasi kebijakan moneter sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto. Gubernur BI, Destry Damayanti, menyampaikan bahwa otoritas moneter secara aktif melakukan intervensi di pasar spot, transaksi dalam negeri, hingga pasar luar negeri (offshore). Langkah intervensi berkesinambungan ini diharapkan mampu meredam volatilitas pasar serta memperkuat nilai tukar rupiah di tengah ketidakpastian global. Dikutip dari rri.co.id






