Grab Bagikan Strategi Bisnis Digital untuk 1.800 UMKM Perempuan di Indonesia

Jakarta – Grab Indonesia memperkuat komitmennya dalam memberdayakan ekonomi inklusif dengan membekali lebih dari 1.800 UMKM perempuan di 13 kota melalui program Arisan Sekumpulan Perempuan Bisa (SERABI) 2026. Mengusung tema “Teman Perempuan Bisa: Makin Ngerti Bisnis, Cuan Makin Manis”, inisiatif ini bertujuan mentransformasi pelaku usaha menjadi gerakan “Usaha Digital Anti Boncos”. Melalui program ini, para mitra diajarkan untuk lebih melek data, memahami strategi pengelolaan harga, serta memanfaatkan teknologi digital guna meningkatkan keuntungan bisnis secara berkelanjutan di tengah fluktuasi biaya bahan baku.

Director of Territory Jabo & ID Central Operations Grab Indonesia, Iki Sari Dewi, mengungkapkan bahwa edukasi ini berfokus pada tiga pilar utama: Bisa Ngerti Tren, BisaMatika, dan Bisa Mengembangkan Usaha. Dalam sesi BisaMatika, para pelaku UMKM mendapatkan lokakarya khusus mengenai penetapan harga online (online pricing workshop) agar margin keuntungan tetap terjaga setelah memperhitungkan biaya layanan dan promo. Selain itu, Grab juga memperkenalkan solusi GrabModal Mantul sebagai akses modal usaha yang bijak bagi para mitra yang ingin melakukan ekspansi bisnis dengan perhitungan finansial yang lebih sehat.

Program yang berlangsung sejak April hingga Mei 2026 ini menyambangi kota-kota besar di Indonesia, mulai dari Jakarta, Medan, hingga Makassar dan Balikpapan. Grab menyadari bahwa meskipun banyak pelaku usaha perempuan memiliki produk unggulan, tantangan utama di ranah digital adalah strategi harga yang sering kali belum memperhitungkan biaya operasional secara akurat. Dengan kehadiran SERABI, Grab hadir menjembatani celah tersebut agar para pengusaha perempuan tidak sekadar berjualan asal laku, tetapi mampu mengambil keputusan bisnis yang cerdas berbasis data.

Selain memberdayakan mitra yang sudah ada, kegiatan ini juga membuka kesempatan bagi pelaku usaha baru melalui sesi Mass Onboarding jalur cepat yang bersifat 100 persen gratis. Antusiasme peserta terlihat dari kisah para mitra seperti Miranti Pramitha asal Medan, yang merasa terbantu dalam menentukan margin harga di tengah ketidakpastian ekonomi. Sejak diluncurkan pada 2023, komunitas SERABI terus berkembang pesat dari hanya 50 anggota kini mencapai lebih dari 3.800 anggota, membuktikan peran vital perempuan sebagai penggerak utama ekonomi keluarga dan komunitas di ekosistem digital. Dikutip dari Antaranews.com

  • Related Posts

    Dorong SDM Unggul, BPDPKS Sebut Penerima Beasiswa Sawit Lampaui 13 Ribu Peserta

    Jakarta – Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) melaporkan capaian signifikan dalam pengembangan sumber daya manusia melalui Program Beasiswa Sawit. Sejak tahun 2015 hingga 30 April 2026, total mahasiswa penerima manfaat…

    Permintaan Pupuk Naik Tajam 36 Persen, Pupuk Indonesia Perketat Pengawasan Distribusi

    Jakarta – PT Pupuk Indonesia (Persero) terus mengoptimalkan distribusi pupuk nasional menyusul lonjakan signifikan pada angka penebusan oleh petani. Hingga awal Mei 2026, realisasi penebusan pupuk subsidi tercatat mencapai 3,4…