Sorong – Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya resmi menyepakati percepatan pembangunan Program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di enam kabupaten dan kota. Kesepakatan ini diambil dalam rapat koordinasi strategis yang dipimpin oleh Gubernur Papua Barat Daya, Elisa Kambu, di Sorong pada Kamis (5/3/2026). Program prioritas ini dirancang untuk mengubah wajah kawasan pesisir sekaligus meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan masyarakat nelayan di wilayah termuda Indonesia tersebut.
Gubernur Elisa Kambu menjelaskan bahwa khusus untuk wilayah Kota Sorong, pengembangan kampung nelayan akan menggunakan model klaster yang mencakup kawasan Pulau Raam, Suprau, Boswesen, dan Doom Barat. Proyek ini tidak hanya fokus pada pemukiman, tetapi juga penyediaan infrastruktur pendukung yang komprehensif, seperti pembangunan tambatan perahu, pabrik es, gudang beku (cold storage), tempat pelelangan ikan, hingga Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBUN). Langkah ini sejalan dengan target nasional untuk membangun 1.000 kampung nelayan, di mana 200 lokasi dialokasikan khusus untuk wilayah Papua hingga tahun 2028.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Papua Barat Daya, Absalom Solossa, menambahkan bahwa setiap lokasi pembangunan KNMP akan didukung anggaran sekitar Rp20 miliar. Dana tersebut akan dialokasikan untuk fasilitas teknis, sentra kuliner, hingga bantuan kapal dan mesin bagi nelayan. Sementara itu, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menekankan pentingnya aspek legalitas lahan yang bersih dan tuntas (clean and clear) sebagai syarat utama pembangunan. Sinergi antara pemerintah daerah, pusat, dan pihak swasta diharapkan mampu menjadikan kawasan seperti Raja Ampat sebagai pusat atau hub perikanan percontohan di masa depan. Dikutip dari Antaranews.com





