Jakarta – Dewan Pengurus Pusat Partai Kebangkitan Bangsa (DPP PKB) mengutuk keras agresi militer Amerika Serikat (AS) dan Israel yang menargetkan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Ketua DPP PKB Bidang Kerja Sama Luar Negeri, Luluk Nur Hamidah, menegaskan dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (1/3), bahwa pembunuhan politik melalui operasi militer terhadap pemimpin negara berdaulat adalah tindakan yang tidak dapat dibenarkan. PKB menilai serangan ini melanggar hukum internasional, norma kemanusiaan, dan menciptakan preseden berbahaya yang dapat mengancam stabilitas keamanan dunia di masa depan.
Luluk memperingatkan bahwa jika tindakan semena-mena oleh AS dan Israel ini terus dibiarkan tanpa sanksi, dunia akan bergerak menuju sistem internasional yang diatur oleh kekuatan militer ketimbang supremasi hukum. PKB berpendapat bahwa ketiadaan ketegasan komunitas internasional terhadap pelanggaran kemanusiaan sebelumnya, terutama agresi Israel di Palestina, menjadi pemicu berulangnya tindakan serupa. Menurut Luluk, ketika pembunuhan pemimpin negara dianggap sah, maka tidak ada lagi jaminan keamanan bagi bangsa mana pun di dunia, karena target serangan bisa berpindah ke negara mana saja sewaktu-waktu.
Menyikapi eskalasi yang kian memanas di Timur Tengah, DPP PKB mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk segera melakukan penyelidikan independen yang transparan. PKB juga menyerukan jatuhnya sanksi tegas tanpa standar ganda kepada AS dan Israel guna mendorong deeskalasi konflik. Selain menyatakan solidaritas kepada rakyat Iran, PKB mendukung penuh langkah Presiden Prabowo Subianto yang berencana memfasilitasi dialog diplomasi. Langkah ini dianggap krusial untuk melindungi warga sipil dan menghentikan spiral konflik tanpa akhir yang mengancam perdamaian global. Dikutip dari Antaranews.com







