Bulog Usul Dukungan APBN untuk Pengadaan 4 Juta Ton Beras Tahun Ini

  • Ekonomi
  • January 3, 2026
  • 0 Comments

Jakarta – Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengharapkan dukungan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk pengadaan empat juta ton beras pada 2026. Langkah ini bertujuan agar penyerapan gabah petani berjalan optimal dengan pembiayaan yang lebih efisien tanpa terbebani bunga perbankan yang tinggi.

Dalam koordinasi dengan Kementerian Keuangan, Bulog juga menyiapkan rencana penyerapan tambahan satu juta ton jagung. Rizal menjelaskan bahwa selain APBN, opsi pendanaan lain yang dipertimbangkan adalah dana Operator Investasi Pemerintah (OIP) dengan bunga rendah sekitar dua persen guna menjaga likuiditas saat masa panen raya.

Peningkatan cadangan beras pemerintah ini sejalan dengan keputusan Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan yang menaikkan target stok dari tiga juta menjadi empat juta ton. Penambahan cadangan tersebut dimaksudkan untuk mempermudah intervensi pasar melalui program stabilisasi harga serta mempercepat penyaluran bantuan pangan nasional agar lebih tepat sasaran bagi masyarakat.

Dukungan anggaran yang memadai diyakini mampu memperkuat peran Bulog sebagai penopang pangan nasional sekaligus melindungi harga di tingkat petani. Pihak Bulog dalam waktu dekat akan melakukan pertemuan lanjutan dengan Menteri Keuangan untuk menindaklanjuti skema pendanaan strategis tersebut. Dikutip dari Antaranews.com

  • Related Posts

    Defisit APBN Tembus 1,2 Persen, Kemenkeu Pastikan Masih Safe & On Track

    JAKARTA – Kementerian Keuangan mengonfirmasi kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga 30 September 2026 masih bergerak stabil dan sesuai koridor perencanaan (on track). Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengungkapkan…

    Mendag: Seruan Boikot di Malaysia Tak Goyahkan Perdagangan RI

    JAKARTA – Menteri Perdagangan (Mendag) RI Budi Santoso menegaskan bahwa seruan boikot terhadap produk-produk Indonesia yang digaungkan netizen Malaysia tidak berdampak signifikan terhadap kinerja perdagangan bilateral kedua negara. Mendag menilai…