Bulog Perkuat GPM 2026, Solusi Hadapi Gejolak Harga Pangan Nasional

  • Ekonomi
  • January 3, 2026
  • 0 Comments

Jakarta – Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani memastikan penguatan Gerakan Pangan Murah atau GPM pada tahun 2026 sebagai langkah strategis menjaga stabilitas harga pangan nasional. Program ini direncanakan berlangsung lebih masif dengan frekuensi pelaksanaan yang lebih tinggi serta jangkauan wilayah yang lebih luas dibandingkan periode sebelumnya. Peningkatan ini bertujuan untuk memastikan masyarakat mendapatkan akses komoditas pangan secara merata sekaligus mengendalikan fluktuasi harga di pasar.

Keberhasilan program ini didasarkan pada pencapaian tahun 2025 ketika Bulog meraih rekor MURI dengan menyelenggarakan GPM secara serentak di 4.337 titik di seluruh Indonesia. Rizal menekankan bahwa kolaborasi lintas sektor antara pemerintah pusat, daerah, TNI, Polri, hingga pelaku usaha swasta menjadi kunci utama kesuksesan distribusi pangan tersebut. Sinergi ini akan terus ditingkatkan agar efektivitas intervensi harga di tingkat konsumen dapat berjalan optimal di masa depan.

Pada tahun 2026, strategi GPM juga akan difokuskan pada penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan atau SPHP yang ditargetkan mencapai 1,5 juta ton sepanjang tahun. Melalui intensitas kegiatan yang lebih tinggi, Bulog berharap ketersediaan stok pangan tetap terjaga tanpa jeda untuk melindungi daya beli masyarakat. Langkah ini menjadi bagian dari upaya besar pemerintah dalam membangun ekosistem pangan yang stabil dan berkesinambungan bagi seluruh rakyat Indonesia. Dikutip dari Antaranews.com

  • Related Posts

    OJK Fokus Perkuat Ekosistem UMKM dan Akses Pembiayaan

    Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menempatkan penguatan ekosistem dan pembiayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai salah satu program utama untuk mendukung pertumbuhan sektor usaha tersebut. Ketua Dewan…

    Danantara Siapkan Sejumlah BUMN untuk IPO dalam Setahun ke Depan

    Jakarta – Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia) menyiapkan IPO sejumlah perusahaan BUMN dalam jangka waktu 6-12 bulan ke depan. Chief Investment Officer (CIO) Danantara Indonesia, Pandu Sjahrir,…