Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menyatakan bahwa penyerapan Gabah Kering Panen selama tahun 2025 mencapai 4.537.490 ton. Angka ini merupakan capaian tertinggi sepanjang sejarah sejak lembaga tersebut berdiri pada tahun 1968. Rekor ini mencerminkan peningkatan produksi domestik serta efektivitas kebijakan pemerintah dalam menyerap hasil panen petani secara optimal untuk memperkuat stabilitas pangan nasional.
Selain gabah kering panen, total pengadaan setara beras nasional juga mencapai titik tertinggi yaitu 3.191.969 ton. Keberhasilan ini disebut sebagai hasil sinergi antara Bulog dengan berbagai pihak, termasuk TNI, Polri, serta pendampingan intensif dari penyuluh pertanian di lapangan. Kolaborasi tersebut memungkinkan Bulog hadir langsung di sentra produksi sehingga dapat menjaga harga di tingkat petani sekaligus memastikan kualitas gabah sesuai standar.
Capaian historis pada tahun 2025 ini memberikan fondasi yang kuat bagi cadangan pangan nasional di tahun 2026. Bulog mencatat stok beras pengalihan menuju tahun baru mencapai 3,25 juta ton. Untuk tahun 2026, pemerintah memberikan target yang lebih besar kepada Bulog untuk menyerap hingga 4 juta ton beras guna memastikan kedaulatan dan stabilitas pangan nasional tetap terjaga. Dikutip dari Antaranews.com







