Kardinal Suharyo Sebut Keteladanan Gus Dur Jadi Warisan Paling Berharga

Jakarta – Kardinal Gereja Katolik dan Uskup Agung Jakarta, Ignatius Suharyo Hardjoatmodjo, menilai keteladanan menjadi warisan terpenting Presiden ke-4 RI, Abdurrahman Wahid atau Gus Dur. Banyak pemimpin bisa berbicara dengan baik, namun tidak semua menghadirkan keteladanan nyata.

Suharyo mengatakan Gus Dur adalah sosok pemimpin yang utuh, cerdas, membumi, dan dekat dengan rakyat. Prinsip “dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat” bagi Gus Dur bukan sekadar slogan, tetapi tuntunan hidup. Ia menekankan keteladanan lebih bermakna dibandingkan sekadar ucapan.

Ketua Panitia Haul ke-16 Gus Dur, Alissa Wahid, menilai keteladanan dan pemikiran Gus Dur tetap relevan hingga kini. Nama Gus Dur sering kembali disebut saat masyarakat menghadapi ketidakadilan dan konflik, menunjukkan kuatnya jejak moral yang ditinggalkannya.

Haul ke-16 Gus Dur di Ciganjur menjadi momen refleksi atas nilai keteladanan, kemanusiaan, dan keberpihakan pada rakyat, yang diharapkan tetap menjadi rujukan bagi para pemimpin bangsa ke depan. Dikutip dari RRI.co.id

  • Related Posts

    Program ASRI Serap 500 Ribu Genteng Plered ke Berbagai Daerah

    JAKARTA – Pemerintah secara resmi melepas pengiriman 500.000 keping genteng buatan pengrajin Plered, Jawa Barat, menggunakan armada 125 truk untuk didistribusikan ke berbagai daerah pada 2 Oktober 2026. Pelepasan ini…

    Pemerintah Sahkan Perpres Perlindungan Ekosistem Ojol

    JAKARTA – Pemerintah secara resmi menerbitkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 27 Tahun 2026 tentang Perlindungan Ekosistem Transportasi Berbasis Platform Digital guna memberikan payung hukum yang komprehensif bagi para pengemudi ojek…