Kardinal Suharyo Sebut Keteladanan Gus Dur Jadi Warisan Paling Berharga

Jakarta – Kardinal Gereja Katolik dan Uskup Agung Jakarta, Ignatius Suharyo Hardjoatmodjo, menilai keteladanan menjadi warisan terpenting Presiden ke-4 RI, Abdurrahman Wahid atau Gus Dur. Banyak pemimpin bisa berbicara dengan baik, namun tidak semua menghadirkan keteladanan nyata.

Suharyo mengatakan Gus Dur adalah sosok pemimpin yang utuh, cerdas, membumi, dan dekat dengan rakyat. Prinsip “dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat” bagi Gus Dur bukan sekadar slogan, tetapi tuntunan hidup. Ia menekankan keteladanan lebih bermakna dibandingkan sekadar ucapan.

Ketua Panitia Haul ke-16 Gus Dur, Alissa Wahid, menilai keteladanan dan pemikiran Gus Dur tetap relevan hingga kini. Nama Gus Dur sering kembali disebut saat masyarakat menghadapi ketidakadilan dan konflik, menunjukkan kuatnya jejak moral yang ditinggalkannya.

Haul ke-16 Gus Dur di Ciganjur menjadi momen refleksi atas nilai keteladanan, kemanusiaan, dan keberpihakan pada rakyat, yang diharapkan tetap menjadi rujukan bagi para pemimpin bangsa ke depan. Dikutip dari RRI.co.id

  • Related Posts

    Lawan Mafia Hutan, Kemenhut Beri Sinyal Perketat Hukum dan Cegah Kejahatan Lingkungan

    JAKARTA – Direktorat Jenderal Penegakan Hukum (Gakkum) Kementerian Kehutanan (Kemenhut) berkomitmen memperkuat sistem penegakan hukum lingkungan melalui kolaborasi lintas sektor dan optimalisasi teknologi mutakhir. Dirjen Gakkum Kemenhut, Dwi Januanto, mengungkapkan…

    Pemerintah Segera Luncurkan Bursa Mineral Indonesia demi Kedaulatan Komoditas

    JAKARTA – Pemerintah Indonesia tengah mematangkan rencana besar untuk segera membentuk Bursa Mineral Indonesia dalam waktu dekat. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mengungkapkan bahwa saat ini…