Reshuffle Kabinet Dibantah Istana, Pemerintah Fokus Jalankan Program

Jakarta – Istana kembali menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada rencana perombakan atau reshuffle Kabinet Merah Putih yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyatakan isu reshuffle yang kembali mencuat tidak sesuai dengan kondisi terkini. Menurutnya, pemerintah masih fokus menjalankan program kerja, sehingga belum ada agenda pergantian menteri dalam waktu dekat.

Prasetyo menjelaskan, apabila nantinya terdapat perubahan susunan kabinet, langkah tersebut diprioritaskan untuk mengisi jabatan yang saat ini kosong. Ia mencontohkan posisi Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan yang belum terisi setelah Silmy Karim menjadi tersangka di KPK, serta posisi Wakil Menteri Pertanian. Dengan demikian, pengisian jabatan lebih diarahkan untuk menjaga efektivitas pemerintahan daripada melakukan perombakan besar di Kabinet Merah Putih.

Selain membahas isu reshuffle kabinet, Prasetyo juga mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo hingga kini belum mengirimkan Surat Presiden (Surpres) kepada DPR RI terkait calon definitif Gubernur Bank Indonesia. Menurutnya, proses penentuan masih berlangsung karena Presiden terus meminta masukan dan berdiskusi dengan berbagai pihak sebelum mengambil keputusan. Pemerintah berharap proses tersebut menghasilkan sosok yang mampu menjaga stabilitas ekonomi dan mendukung arah kebijakan moneter nasional. Dikutip dari RRI.co.id

  • Related Posts

    Usai Gedung Bapenda Terbakar, Pemprov DKI Pastikan Data Pajak Aman

    Jakarta – Kebakaran Gedung Bapenda Jakarta dipastikan tidak berdampak terhadap keamanan data perpajakan. Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menyatakan seluruh data perpajakan telah terdigitalisasi dan memiliki sistem pencadangan pada server…

    Kementerian PU Perkuat Penanganan Kekeringan di 492 Lokasi Akibat El Nino

    Jakarta – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus memperkuat penanganan kekeringan akibat fenomena El Nino di berbagai wilayah Indonesia. Hingga 5 Agustus 2026, sebanyak 492 lokasi terdampak telah ditangani untuk menjaga…