Interaksi Siswa Tergerus Gawai, Wamendikdasmen Ingatkan Dampak Lingkungan Sekolah

Jakarta – Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Atip Latipulhayat, menekankan pentingnya mengembalikan interaksi antarsiswa di tengah dominasi gawai yang semakin meluas. Penggunaan perangkat digital yang berlebihan berdampak pada kemampuan bersosialisasi anak di sekolah dan mengurangi komunikasi langsung dengan teman sebaya.

Atip menyebut sekolah sebagai miniatur masyarakat, tempat berbagai latar belakang siswa berkumpul. Interaksi langsung menjadi fondasi penting bagi karakter anak. Ia menyarankan penggunaan gawai dibatasi, misalnya dari delapan jam menjadi satu jam, sehingga siswa memiliki waktu lebih banyak untuk berinteraksi dan belajar sosial secara langsung.

Gerakan Rukun Sama Teman digagas untuk membangun kembali budaya interaksi langsung. Atip bekerja sama dengan Utusan Khusus Presiden Raffi Farid Ahmad, yang menekankan pentingnya sekolah aman dan nyaman, serta pembinaan karakter melalui ilmu adab dan kehidupan, sebagai bekal moral dan sosial bagi generasi muda.

Keduanya sepakat bahwa perubahan budaya sekolah harus melibatkan semua pihak, termasuk orang tua, guru, pemerintah, dan siswa, untuk menciptakan lingkungan belajar yang rukun, aman, nyaman, dan mendukung perkembangan karakter anak secara menyeluruh. Dikutip dari RRI.co.id

  • Related Posts

    Usai Gedung Bapenda Terbakar, Pemprov DKI Pastikan Data Pajak Aman

    Jakarta – Kebakaran Gedung Bapenda Jakarta dipastikan tidak berdampak terhadap keamanan data perpajakan. Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menyatakan seluruh data perpajakan telah terdigitalisasi dan memiliki sistem pencadangan pada server…

    Reshuffle Kabinet Dibantah Istana, Pemerintah Fokus Jalankan Program

    Jakarta – Istana kembali menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada rencana perombakan atau reshuffle Kabinet Merah Putih yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyatakan isu…