Interaksi Siswa Tergerus Gawai, Wamendikdasmen Ingatkan Dampak Lingkungan Sekolah

Jakarta – Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Atip Latipulhayat, menekankan pentingnya mengembalikan interaksi antarsiswa di tengah dominasi gawai yang semakin meluas. Penggunaan perangkat digital yang berlebihan berdampak pada kemampuan bersosialisasi anak di sekolah dan mengurangi komunikasi langsung dengan teman sebaya.

Atip menyebut sekolah sebagai miniatur masyarakat, tempat berbagai latar belakang siswa berkumpul. Interaksi langsung menjadi fondasi penting bagi karakter anak. Ia menyarankan penggunaan gawai dibatasi, misalnya dari delapan jam menjadi satu jam, sehingga siswa memiliki waktu lebih banyak untuk berinteraksi dan belajar sosial secara langsung.

Gerakan Rukun Sama Teman digagas untuk membangun kembali budaya interaksi langsung. Atip bekerja sama dengan Utusan Khusus Presiden Raffi Farid Ahmad, yang menekankan pentingnya sekolah aman dan nyaman, serta pembinaan karakter melalui ilmu adab dan kehidupan, sebagai bekal moral dan sosial bagi generasi muda.

Keduanya sepakat bahwa perubahan budaya sekolah harus melibatkan semua pihak, termasuk orang tua, guru, pemerintah, dan siswa, untuk menciptakan lingkungan belajar yang rukun, aman, nyaman, dan mendukung perkembangan karakter anak secara menyeluruh. Dikutip dari RRI.co.id

  • Related Posts

    Program ASRI Serap 500 Ribu Genteng Plered ke Berbagai Daerah

    JAKARTA – Pemerintah secara resmi melepas pengiriman 500.000 keping genteng buatan pengrajin Plered, Jawa Barat, menggunakan armada 125 truk untuk didistribusikan ke berbagai daerah pada 2 Oktober 2026. Pelepasan ini…

    Pemerintah Sahkan Perpres Perlindungan Ekosistem Ojol

    JAKARTA – Pemerintah secara resmi menerbitkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 27 Tahun 2026 tentang Perlindungan Ekosistem Transportasi Berbasis Platform Digital guna memberikan payung hukum yang komprehensif bagi para pengemudi ojek…