BANTUL, DIY – Pemerintah Kabupaten Bantul menetapkan status tanggap darurat hingga 5 Desember 2025 setelah longsor memutus akses jalan di Desa Sriharjo, Kecamatan Imogiri. Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih, menyatakan fokus utama saat ini adalah keselamatan warga dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak.
Penanganan darurat difasilitasi dua posko di Dusun Sompok dan Kedungjati, yang digunakan untuk jalur masuk logistik melalui jalan kecil. Akses Jembatan Wunut dimaksimalkan untuk distribusi bantuan. Cuaca ekstrem berupa hujan dengan intensitas tinggi masih berpotensi terjadi di wilayah Bantul, sehingga status tanggap darurat dapat diperpanjang hingga 14 hari.
Sebanyak 450 warga terdampak, termasuk 300 jiwa di Dusun Wunut dan 150 jiwa di Dusun Sompok. Abdul Halim menambahkan, beberapa titik di Imogiri rawan longsor karena tanah tergerus air, dan perbaikan akses jalan baru dapat direncanakan setelah masa tanggap darurat selesai dengan konsultasi ahli konstruksi, geologi, dan hidrologi. Dikutip dari Metrotvnews.com





