JAKARTA – Penguatan infrastruktur gas bumi di Jawa Barat (Jabar) kini diproyeksikan menjadi motor penggerak utama ekonomi nasional. Tenaga Ahli Menteri ESDM Bidang Komersialisasi dan Transportasi Migas, Satya Hangga Yudha Widya Putra, menegaskan bahwa posisi Jabar sebagai pusat industri nasional membuat ketersediaan energi menjadi sangat vital. Fokus utama pengembangan ini mencakup optimalisasi Liquefied Natural Gas (LNG), Compressed Natural Gas (CNG), pembangunan SPBG, hingga penguatan jaringan pipa gas untuk merespons lonjakan kebutuhan energi di sektor industri maupun rumah tangga.
Sinergi antara pemerintah pusat melalui Kementerian ESDM dan pemerintah daerah menjadi kunci dalam mengakselerasi proyek strategis ini. Direktur Utama PT Migas Utama Jabar (Perseroda), Ghema Akbar C, menyoroti urgensi pemanfaatan CNG sebagai solusi inovatif untuk menekan ketergantungan pada LPG impor. Penggunaan CNG dalam tabung dinilai lebih ekonomis dan strategis dalam mewujudkan kedaulatan energi daerah yang mandiri, yang diharapkan dapat memberikan dampak langsung pada efisiensi biaya operasional bagi pelaku usaha di Jawa Barat.
Melalui kemitraan strategis dengan BUMN seperti PT Pertamina (Persero), pembangunan infrastruktur ini bertujuan menjamin rantai pasok energi yang stabil dari hulu hingga hilir. Inisiatif ini selaras dengan visi Astacita pemerintah pusat dalam mencapai swasembada energi nasional. Dengan penerapan prinsip Good Corporate Governance (GCG) yang kuat, model pengembangan infrastruktur gas di Jawa Barat diharapkan dapat menjadi percontohan bagi wilayah lain di Indonesia untuk mendukung visi besar Indonesia Emas 2045. Dikutip dari Antaranews.com







