Jakarta – Mantan Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla (JK), memberikan peringatan keras terkait dampak eskalasi serangan Amerika Serikat dan Israel ke Iran yang dimulai pada 28 Februari 2026. Dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (1/3), JK memproyeksikan bahwa konflik besar ini akan memicu lonjakan harga minyak mentah dunia yang berujung pada ancaman kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) di Indonesia. Terputusnya akses impor minyak dari Timur Tengah menjadi faktor utama, mengingat Iran juga meluncurkan serangan balasan ke wilayah pangkalan militer AS di Kuwait, Qatar, dan Uni Emirat Arab (UEA).
JK menjelaskan bahwa ekonomi Indonesia akan terdampak signifikan karena ketergantungan pada pasokan minyak dari negara-negara Teluk tersebut. Menurut analisisnya, gangguan distribusi ini mungkin belum terasa dalam hitungan hari, namun efeknya akan nyata dalam sepekan ke depan. Ia mengingatkan pemerintah bahwa stok persediaan BBM nasional rata-rata hanya cukup untuk tiga minggu. Jika konflik bersenjata ini terus berlanjut hingga satu bulan ke depan, suplai dari Arab Saudi, Kuwait, maupun Iran dipastikan terhenti total, yang akan memaksa Indonesia mencari sumber alternatif di tengah ketidakpastian global.
Situasi di Timur Tengah semakin memanas setelah Presiden AS, Donald Trump, mengonfirmasi operasi tempur besar-besaran, termasuk serangan roket di Teheran. Kondisi ini diperparah dengan pengumuman resmi dari pemerintah Iran mengenai tewasnya pemimpin tertinggi Ayatollah Ali Khamenei. Menanggapi krisis kemanusiaan dan energi ini, Kementerian Luar Negeri RI menyatakan bahwa Presiden Prabowo Subianto siap bertolak ke Iran untuk memfasilitasi dialog damai. Langkah diplomasi ini diharapkan dapat meredam ketegangan geopolitik demi menjaga stabilitas keamanan serta ketahanan energi nasional dan global. Dikutip dari Antaranews.com







