Jakarta – PBNU menyelenggarakan perayaan puncak hari lahir ke-100 tahun masehi Nahdlatul Ulama di Istora Senayan Jakarta pada hari Sabtu. Acara akbar ini dihadiri oleh sepuluh ribu peserta yang terdiri dari pengurus pusat hingga daerah serta sejumlah tokoh nasional. Dengan mengusung tema mengawal Indonesia merdeka menuju peradaban mulia, peringatan satu abad ini menjadi simbol kekuatan dan eksistensi organisasi dalam menjaga kerukunan serta kemajuan bangsa Indonesia.
Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf menyampaikan bahwa seluruh wilayah di Indonesia mengirimkan perwakilannya dalam pertemuan besar ini. Tercatat ada tiga puluh delapan pengurus wilayah dan lima ratus pengurus cabang yang hadir dari berbagai penjuru tanah air untuk memberikan penghormatan pada perjalanan organisasi. Kehadiran para pengurus ini menunjukkan solidaritas yang kuat di antara warga nahdliyin sekaligus menjadi momentum penting untuk mempererat silaturahmi nasional.
Peringatan harlah seratus tahun ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang refleksi sejarah atas pencapaian masa lalu tetapi juga menjadi sarana konsolidasi nasional bagi seluruh kader. PBNU berkomitmen untuk terus mengawal isu kebangsaan dan keumatan guna menghadapi berbagai tantangan global yang semakin dinamis di masa depan. Melalui visi peradaban mulia, Nahdlatul Ulama bertekad untuk memberikan kontribusi yang lebih besar bagi perdamaian dunia dan kesejahteraan masyarakat luas. Dikutip dari RRI.co.id






