Mataram – Perum Bulog Wilayah Nusa Tenggara Barat menetapkan target penyerapan komoditas pangan setara beras sebanyak 240.660 ton sepanjang tahun 2026. Kepala Bulog Wilayah NTB Mara Kamin Siregar menyatakan bahwa target besar ini bertujuan untuk menjaga ketahanan pangan nasional serta menstabilkan harga di tingkat petani. Strategi pengadaan akan dilakukan secara simultan untuk gabah dan beras guna memaksimalkan penyerapan hasil panen raya bersama para mitra pengadaan di berbagai wilayah sentra produksi seperti Sumbawa, Bima, dan Lombok Timur.
Dalam rincian teknisnya, Bulog NTB merencanakan penyerapan gabah kering panen sebanyak 407.443 ton, gabah kering giling sebanyak 24.196 ton, serta beras sebanyak 18.315 ton yang jika dikonversikan mencapai target total tersebut. Untuk mendukung kelancaran logistik, pihak Bulog juga menyiapkan penambahan kapasitas penyimpanan melalui pemanfaatan gudang sewa milik mitra dan swasta. Hal ini dilakukan agar seluruh hasil panen petani dapat tertampung dengan baik tanpa terkendala keterbatasan ruang penyimpanan di gudang internal milik pemerintah.
Selain penguatan infrastruktur, Bulog NTB memperkuat koordinasi lintas sektor dengan TNI dan pemerintah daerah melalui Tim Jemput Pangan untuk memantau lokasi panen secara langsung. Pengawasan ketat juga dilakukan agar harga gabah dan beras di tingkat petani tidak jatuh di bawah Harga Pembelian Pemerintah yang telah ditetapkan. Langkah agresif ini diambil berkaca pada kesuksesan tahun 2025, di mana Bulog NTB berhasil melampaui target penyerapan dengan realisasi mencapai 189.862 ton beras atau sekitar 104,36 persen dari target awal. Dikutip dari Antaranews.com






