Jakarta – Kementerian Kelautan dan Perikanan memperkuat kompetensi pekerja pembekuan tuna untuk meningkatkan mutu, efisiensi, dan standar internasional, sehingga ekspor perikanan Indonesia lebih kompetitif.
Pelatihan dilakukan di Bali bekerja sama dengan Destructive Fishing Watch (DFW) Indonesia dan diikuti 31 peserta dari 15 perusahaan pengolahan tuna di Benoa. Kegiatan ini bagian dari upaya peningkatan standar kompetensi tenaga kerja dan sertifikasi pengolahan tuna.
Peserta mendapat materi tentang sanitasi dan higienitas produksi, penanganan bahan baku, keselamatan dan kesehatan kerja, proses pembekuan, serta teknik pengemasan tuna beku. Pelatihan bertujuan memastikan SDM siap bersaing dan menjaga standar internasional.
Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menekankan bahwa peningkatan kapasitas pekerja menjadi kunci keberhasilan industri tuna, memperkuat daya saing ekspor, dan mendukung visi ekonomi biru Indonesia. Dikutip dari Antaranews.com







