Jakarta – Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) mendorong akses pembiayaan murah untuk sektor furnitur dan kerajinan guna menjaga keberlangsungan usaha dan lapangan kerja.
Ketua Umum HIMKI Abdul Sobur mengatakan pihaknya bertemu Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, didampingi Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Bakrie, untuk membahas pembiayaan dan mitigasi risiko fiskal di sektor ini, yang menyerap sekitar 2,1 juta tenaga kerja dan menjadi kontributor devisa nonmigas.
HIMKI menekankan pentingnya pembiayaan ekspor berbunga rendah, termasuk skema 6 persen melalui Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia, untuk menjaga likuiditas usaha, mempertahankan produksi, dan mencegah pemutusan hubungan kerja.
Abdul Sobur menyatakan pembiayaan murah juga berfungsi sebagai instrumen preventif untuk stabilitas fiskal dan sosial. HIMKI menyepakati perlunya pembahasan lanjutan agar skema tepat sasaran dan berbasis kinerja ekspor. Usulan insentif ekspor 1 persen masih memerlukan kajian APBN lintas kementerian.
HIMKI siap berperan aktif sebagai mitra teknis pemerintah dalam merumuskan dan mengawasi implementasi kebijakan pembiayaan agar efektif, akuntabel, dan berdampak nyata bagi industri serta tenaga kerja. Dikutip dari Antaranews.com







