JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil parkir di zona hijau pada jeda siang perdagangan Kamis (16/7/2026). Hingga penutupan sesi pertama, IHSG menguat 0,37 persen atau naik 22,49 poin ke level 6.024,35 setelah sempat menyentuh level tertinggi di angka 6.076,55. Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman, mengungkapkan bahwa IHSG berpotensi melanjutkan tren kenaikan karena mampu bertahan di atas level support kuat 6.000 selama dua hari terakhir. Pada perdagangan hari ini, IHSG diperkirakan bergerak dalam rentang support 6.000–6.025 dan resistance di kisaran 6.060–6.120.
Kinerja positif bursa saham domestik ini tidak lepas dari dorongan sentimen global, terutama terkait arah kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat (AS), The Fed. Ekspektasi pelaku pasar bahwa The Fed akan menahan suku bunga acuan semakin menguat setelah data inflasi AS per Juni 2026 menunjukkan perlambatan yang signifikan. Pernyataan optimis dari Presiden The Fed New York, John Williams, yang meyakini bahwa inflasi AS telah mencapai puncaknya dan akan terus melandai, turut memberikan angin segar bagi para investor.
Selain itu, optimisme pasar semakin tebal setelah Indeks Harga Produsen (PPI) AS tercatat turun sebesar 0,3 persen pada Juni 2026, yang menjadi sinyal kuat meredanya tekanan inflasi di Negeri Paman Sam. Berkurangnya kekhawatiran terhadap kenaikan suku bunga agresif ini sukses memicu reli penguatan di bursa saham AS dan Asia. Momentum positif dari pasar global inilah yang diharapkan terus menjadi katalis utama bagi pergerakan laju IHSG hingga akhir penutupan perdagangan sore nanti. Dikutip dari RRI.co.id







