Investasi Anti-Zonk: Begini Cara Amartha Edukasi Masyarakat Kenali Profil Risiko

JAKARTA — Amartha Financial mengajak masyarakat untuk lebih bijak berinvestasi di tengah kondisi pasar yang dinamis dengan menyesuaikannya pada profil risiko masing-masing. Certified Financial Planner, Lolita Setyawati, menekankan pentingnya menggunakan “uang dingin” dan memastikan kesehatan keuangan pribadi—seperti cash flow yang sehat serta dana darurat minimal 2 hingga 6 kali pengeluaran bulanan—sebelum mulai berinvestasi. Investor juga diimbau untuk selalu memegang prinsip “legal dan logis” agar tidak terjebak tren atau takut tertinggal (FOMO) tanpa memahami mekanisme produk yang dipilih.

Untuk menjawab kebutuhan investasi yang aman dan berdampak, Amartha menawarkan kemudahan investasi modal kecil yang bisa dimulai sedini mungkin agar imbal hasilnya berkembang dalam jangka panjang. Salah satu opsi alternatif yang menarik adalah berinvestasi pada sektor riil yang terhubung langsung dengan pembiayaan produktif pelaku UMKM. Melalui instrumen ini, masyarakat tidak hanya mengejar keuntungan pribadi, tetapi juga ikut berkontribusi nyata dalam menggerakkan roda perekonomian masyarakat kelas bawah.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui produk Amartha Prosper lewat Grassroots Growth Series (GGS), sebuah inovasi yang memungkinkan investor ritel mendiversifikasi portofolio sekaligus mendukung UMKM perempuan di perdesaan. Chief Funding Officer Amartha, Julie Fauzie, mengungkapkan bahwa sejak diluncurkan pada Januari 2026, produk ini mendapat sambutan luar biasa. Rekam jejak Amartha selama 16 tahun yang telah menyalurkan modal usaha lebih dari Rp47 triliun kepada 4 juta lebih UMKM perempuan menjadi bukti nyata bahwa investasi ritel kini bisa memberikan keuntungan ganda yang inklusif dan berkelanjutan. Dikutip dari Antaranews.com

  • Related Posts

    Kemnaker Tegaskan Aturan Penetapan Upah Minimum 2027 Mengacu PP 49/2025

    Jakarta – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menegaskan bahwa penetapan upah minimum tahun 2027 masih mengacu pada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 49 Tahun 2025. Direktur Hubungan Kerja dan Pengupahan Kemnaker, Dhatun Kuswandari,…

    Rupiah Bangkit Menguat, Bertahan di Level Rp18.000

    JAKARTA – Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS berbalik menguat pada perdagangan Selasa (20/10/2026). Berdasarkan data Bloomberg pukul 11.00 WIB, rupiah menguat 0,27 persen ke level Rp18.001 per dolar AS…