BI Sebut Keyakinan Konsumen Juni Tetap Kuat, Ini Buktinya

JAKARTA – Hasil Survei Konsumen Bank Indonesia (BI) menunjukkan bahwa keyakinan konsumen terhadap kondisi ekonomi nasional tetap terjaga kuat pada Juni 2026. Hal ini tecermin dari angka Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Juni 2026 yang berada di level optimistis sebesar 117,8 (indeks > 100). Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, menjelaskan bahwa kuatnya keyakinan masyarakat ini ditopang oleh Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) dan Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) yang konsisten berada di zona ekspansi, meskipun angka IKK tersebut sedikit melandai dari capaian Mei 2026 yang sebesar 120,9.

Secara rinci, performa Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) pada Juni 2026 tercatat sebesar 109,2. Angka tersebut didorong oleh tiga indikator utama, yaitu Indeks Penghasilan Saat Ini (119,8), Indeks Ketersediaan Lapangan Kerja (101,8), dan Indeks Pembelian Barang Tahan Lama (105,9). Sementara itu, Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) yang mengukur pandangan masyarakat ke depan berada di level kokoh 126,4, disokong oleh optimisme terhadap perkiraan penghasilan (133,6), ketersediaan lapangan kerja (124,4), serta prospek kegiatan usaha (121,2).

Di sisi lain, BI juga mencatat adanya pergeseran dalam alokasi pendapatan masyarakat selama Juni 2026. Rata-rata proporsi pendapatan konsumen untuk konsumsi (average propensity to consume ratio) mengalami kenaikan menjadi 73,0 persen dibandingkan bulan sebelumnya yang sebesar 72,3 persen. Sebaliknya, porsi pendapatan yang dialokasikan untuk tabungan (saving to income ratio) turun tipis menjadi 17,0 persen, sementara porsi pembayaran cicilan atau utang terpantau relatif stabil di angka 10,0 persen. Dikutip dari Antaranews.com

  • Related Posts

    Fundamental Ekonomi RI Tetap Kuat, Rupiah Diproyeksi Menguat terhadap Dolar AS

    Jakarta – Pertumbuhan ekonomi Indonesia yang tetap kuat diperkirakan menjadi penopang penguatan nilai tukar rupiah dalam jangka pendek. Research and Development Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX) Muhammad Amru Syifa…

    Industri Pindar Hadapi Risiko Kredit Macet, OJK Perlu Siapkan Langkah Mitigasi

    Jakarta – Meningkatnya risiko kredit macet atau 90 Days Past Due (TWP90) pada industri pinjaman daring (pindar) mendorong Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk memperkuat langkah mitigasi. Konsultan dan Perencana Keuangan…