JAKARTA – Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara melalui unit filantropinya, Danantara Indonesia Trust, ditargetkan menerima alokasi pendanaan minimal 1 persen dari total dividen Badan Usaha Milik Negara (BUMN) setiap tahunnya. CEO Danantara Indonesia sekaligus Pembina Danantara Indonesia Trust, Rosan Roeslani, menjelaskan bahwa sebagai langkah awal, lembaga ini telah mengantongi pendanaan perdana sebesar 100 juta dolar AS atau sekitar Rp1,77 triliun. Anggaran ini disiapkan untuk menjadi katalis sosial lintas sektor yang berfokus pada pembangunan berkelanjutan di bidang kesehatan, pendidikan, kebudayaan, serta air dan sanitasi (WASH).
Guna memastikan efisiensi penyaluran, Danantara Indonesia Trust berkomitmen membangun ekosistem filantropi yang profesional, transparan, dan memiliki tata kelola (governance) tinggi lewat kemitraan strategis global bersama Gates Foundation. Penguatan manajemen internal ini diwujudkan melalui sistem pengawasan ketat serta kerangka monitoring, evaluation, and learning (MEL). Langkah ini diambil melalui diskusi intensif dengan berbagai lembaga pembangunan dan sovereign wealth fund internasional demi memastikan setiap program sosial berdampak positif dan akuntabel sejak awal dibentuk.
Sebagai implementasi perdana, lembaga yang didirikan sejak Oktober 2025 ini langsung menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Kementerian Kesehatan, Yayasan Karya Salemba Empat, dan Indonesia Heritage Agency. Pada aksi sosial pertamanya, Danantara menyalurkan dana sekitar Rp250 miliar untuk mendukung program kesehatan ibu dan anak via pengadaan vaksin heksavalen. Selain itu, alokasi dana juga mengalir untuk program beasiswa bagi 500 mahasiswa kurang mampu serta pengembangan fasilitas ruang pembelajaran publik di Museum Nasional. Dikutip dari Antaranews.com







