JAKARTA – Madura United mengusung ambisi besar untuk bangkit di sisa kompetisi BRI Super League 2025/2026 demi meloloskan diri dari jerat zona degradasi. Manajer Madura United, Umar A. Wachdini, menegaskan bahwa Laskar Sape Kerrab memiliki tekad kuat untuk memaksimalkan sembilan laga tersisa. Langkah konkret tengah dilakukan manajemen, termasuk berburu suksesor Carlos Parreira setelah proses negosiasi dengan mantan pelatih Arema FC, Joel Cornelli, dipastikan batal.
Untuk sementara waktu, kendali taktik dipercayakan kepada pelatih interim Rahmat Basuki sembari menunggu nakhoda anyar. Misi penyelamatan ini menjadi perhatian serius Presiden Klub, Achsanul Qosasi, yang meminta Lulinha dan kolega tampil berani demi mengamankan posisi di kasta tertinggi musim depan. Tantangan berat sudah menanti, di mana Madura United dijadwalkan bersua tim-tim tangguh seperti Borneo FC, Persebaya Surabaya, hingga Bali United dalam jadwal yang sangat krusial.
Saat ini, Madura United masih tertahan di peringkat ke-16 klasemen sementara dengan koleksi 20 poin dari 25 pertandingan, hanya kalah selisih gol dari Persis Solo di posisi aman. Achsanul Qosasi menekankan pentingnya mentalitas pemenang untuk mengubah peluang menjadi keberhasilan di sisa musim ini. Dengan persaingan yang kian sengit di papan bawah, setiap poin di sembilan pertandingan mendatang akan menjadi penentu nasib tim kebanggaan warga Pulau Madura tersebut. Dikutip dari Antaranews.com






