SURABAYA – Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono mendorong koperasi berskala besar, seperti Koperasi Pelabuhan Indonesia (Kopelindo), untuk berperan sebagai “kakak asuh” bagi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Dalam keterangannya di Surabaya, Minggu (29/3/2026), Ferry menjelaskan bahwa sinergi ini sangat krusial mengingat pengembangan KDKMP membutuhkan dukungan dari sektor-sektor yang telah memiliki aset kuat dan pengalaman bisnis mumpuni. Dengan kelebihan kemampuan yang dimiliki koperasi besar, diharapkan KDKMP di wilayah Jawa Timur dapat tumbuh lebih cepat melalui bimbingan yang terstruktur.
Lebih lanjut, Menkop menyoroti potensi besar di Jawa Timur yang memiliki sekitar 8.494 gerai ritel KDKMP. Untuk mendukung operasional masif tersebut, Kopelindo diharapkan dapat bersinergi dengan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) maupun mitra bisnis lainnya untuk membangun pusat distribusi (distribution center) di setiap kabupaten/kota. Pusat distribusi ini nantinya akan berfungsi sebagai pengumpul dan penyalur barang-barang kebutuhan ritel yang dikelola oleh KDKMP, sehingga rantai pasok menjadi lebih efisien dan terintegrasi di seluruh wilayah Surabaya dan Jawa Timur.
Langkah strategis ini bertujuan untuk membangun ekosistem bisnis koperasi yang saling menguatkan, serupa dengan model sinergi yang ada pada Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Menkop Ferry Juliantono menegaskan bahwa dengan aset Kopelindo yang terus tumbuh mencapai Rp788 miliar, peran mereka sebagai mentor akan sangat berdampak pada stabilitas ekonomi arus bawah. “Kita di koperasi harus belajar membangun sinergi koperasi agar dapat berkembang bersama-sama dan menciptakan kekuatan ekonomi baru yang berkelanjutan,” pungkasnya. Dikutip dari Antaranews.com







