Jakarta – Bank Indonesia (BI) memprakirakan kinerja penjualan eceran pada Februari 2026 akan mengalami peningkatan signifikan, baik secara tahunan maupun bulanan. Berdasarkan hasil Survei Penjualan Eceran (SPE), Indeks Penjualan Riil (IPR) diprediksi tumbuh sebesar 6,9 persen (yoy) dan 4,4 persen (mtm). Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, mengungkapkan bahwa optimisme ini didorong oleh naiknya permintaan masyarakat menyambut momen Ramadhan serta persiapan Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idul Fitri 1447 Hijriah.
Secara tahunan, lonjakan penjualan terjadi pada mayoritas kelompok barang, dengan pertumbuhan tertinggi pada sektor suku cadang dan aksesori yang mencapai 13,6 persen, diikuti subkelompok sandang sebesar 8,4 persen. Sementara itu, secara bulanan, peningkatan performa ritel ditopang oleh kelompok bahan bakar kendaraan bermotor yang tumbuh 4,7 persen serta peralatan informasi dan komunikasi. Tren positif ini menandai kebangkitan konsumsi domestik setelah sempat mengalami normalisasi atau kontraksi pada Januari 2026 pasca libur Natal dan Tahun Baru.
Dari sisi proyeksi harga, BI memperkirakan tekanan inflasi pada April 2026 akan melandai seiring dengan normalisasi harga setelah perayaan Idul Fitri. Hal ini terlihat dari Indeks Ekspektasi Harga (IEH) April yang menurun ke level 153,9 dibandingkan bulan sebelumnya. Namun, indeks harga diprediksi kembali meningkat pada Juli 2026 karena dipicu oleh kenaikan permintaan saat memasuki tahun ajaran baru sekolah. Data ini memberikan sinyal positif bagi pelaku usaha ritel untuk mengoptimalkan stok dan strategi pemasaran di tengah penguatan daya beli masyarakat. Dikutip dari Antaranews.com







