Jakarta – Menteri Luar Negeri Sugiono menegaskan kesiapan Presiden Prabowo Subianto untuk mengambil peran sebagai mediator guna mendinginkan suhu politik antara Iran dan Amerika Serikat. Pernyataan ini disampaikan Sugiono di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, merespons dinamika di Timur Tengah yang kian memanas. Indonesia menawarkan diri sebagai jembatan untuk meredakan ketegangan, dengan catatan bahwa ruang mediasi tersebut sangat bergantung pada keinginan dan kesepakatan kedua belah pihak yang bertikai.
Pemerintah Indonesia secara resmi menyatakan kesediaan Presiden Prabowo untuk bertolak langsung ke Teheran jika langkah mediasi tersebut disetujui oleh kedua negara. Langkah proaktif ini merupakan bagian dari upaya Indonesia dalam menjalankan mandat politik luar negeri bebas aktif serta menjaga stabilitas keamanan global. Meski demikian, Menlu Sugiono menyadari bahwa keputusan untuk kembali ke meja perundingan sepenuhnya berada di tangan Iran dan Amerika Serikat, terutama mengingat adanya sinyalemen ketidakinginan untuk melakukan negosiasi lanjutan dari salah satu pihak.
Di sisi lain, Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, telah memberikan apresiasi atas niat baik Indonesia. Walaupun hingga saat ini belum ada langkah konkret atau kepastian apakah mediasi tersebut akan memberikan dampak signifikan, pihak Teheran tetap membuka pintu untuk interaksi dan komunikasi lebih lanjut guna memberikan informasi terkini mengenai situasi di kawasan. Indonesia berkomitmen untuk tetap bersiaga menjadi fasilitator dialog demi terciptanya kondisi keamanan yang kondusif di kancah internasional. Dikutip dari Antaranews.com







