Kota Padang – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) resmi memberikan relaksasi kredit kepada 2.718 debitur yang terdampak bencana alam di wilayah Sumatera Barat (Sumbar). Langkah ini merupakan bentuk keberpihakan sektor perbankan terhadap nasabah yang mengalami kesulitan finansial pascabanjir bandang yang melanda pada akhir November 2025 lalu. Kepala Cabang BTN Kota Padang, Sudaryanto, menjelaskan bahwa relaksasi ini diberikan dalam bentuk restrukturisasi kredit berupa penundaan pembayaran angsuran selama satu tahun penuh untuk membantu proses pemulihan ekonomi para debitur.
Kebijakan relaksasi ini menyasar perumahan di beberapa titik krusial, meliputi Kota Padang, Kabupaten Padang Pariaman, dan Kabupaten Solok, dengan total outstanding kredit mencapai Rp233 miliar. Beberapa area yang tercatat paling terdampak antara lain Perumahan Abi Lubuk Minturun, Perumahan Hanshela, dan Perumahan Banda Cino. Sudaryanto menegaskan bahwa kriteria pemberian relaksasi tidak hanya didasarkan pada tingkat kerusakan fisik bangunan, melainkan lebih menitikberatkan pada kondisi kemampuan ekonomi debitur yang terganggu akibat bencana tersebut.
Selain keringanan cicilan, BTN juga bergerak cepat menyalurkan bantuan sosial melalui pemerintah provinsi, kabupaten/kota, serta lembaga pendidikan seperti Universitas Negeri Padang dan Universitas Andalas. Sofia Risa, salah satu nasabah penyintas banjir, mengaku sangat terbantu dengan adanya penundaan pembayaran rumah subsidi ini. Menurutnya, relaksasi selama satu tahun ke depan memungkinkan para korban untuk fokus mengalokasikan dana guna memperbaiki usaha yang rusak serta memenuhi biaya pendidikan anak-anak di tengah masa pemulihan pascabencana. Dikutip dari Antaranews.com







