Kendari – Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pelabuhan Torobulu, Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, menyiagakan empat armada kapal feri untuk menghadapi lonjakan arus mudik Lebaran 2026. Pelaksana Harian (Plh) Kepala UPTD Pelabuhan Torobulu, Ferima, menjelaskan bahwa penyiapan armada ini didasarkan pada proyeksi peningkatan jumlah penumpang dan kendaraan dibandingkan tahun sebelumnya. Strategi ini diambil untuk memastikan kelancaran konektivitas antarpulau di wilayah Sulawesi Tenggara selama masa libur hari raya.
Empat kapal yang disiapkan akan melayani dua rute utama secara optimal. Tiga armada, yaitu KMP Cendrawasih, KMP Nuku, dan KMP Tunu Pratama Jaya, akan difokuskan pada lintasan Torobulu–Tampo (Kabupaten Muna). Sementara itu, satu armada lainnya yakni KMP Pulau Rubia akan melayani rute Torobulu–Tondasi (Muna Barat). Ferima menambahkan bahwa kapal rute Tondasi juga memiliki kapasitas untuk mengangkut penumpang dari Tampo, sehingga efisiensi perjalanan dapat tercapai dalam satu kali trip guna mengurai kepadatan di dermaga.
Untuk mendukung kenyamanan pemudik, Pelabuhan Torobulu akan memberlakukan layanan operasional 24 jam mulai H-4 Lebaran. Frekuensi pelayaran pada lintas Torobulu–Tampo akan disesuaikan secara fleksibel antara dua hingga enam trip per hari, dengan kemungkinan penambahan hingga tiga trip ekstra jika terjadi penumpukan kendaraan. Meskipun operasional sangat intensif, pihak pelabuhan menjadwalkan penutupan loket pada malam takbiran pukul 22.00 Wita, dan akan kembali melayani penyeberangan pada hari pertama Lebaran mulai pukul 11.00 Wita. Dikutip dari Antaranews.com





