Jakarta – Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengeluarkan rekomendasi ketat bagi masyarakat di sekitar Gunung Ibu, Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara. Warga dilarang melakukan aktivitas apa pun dalam radius 2 kilometer dari kawah aktif serta perluasan sektoral sejauh 3,5 kilometer ke arah bukaan kawah di bagian utara. Larangan ini menyusul terjadinya erupsi pada Minggu (1/3) pukul 17.37 WIT, di mana kolom abu teramati setinggi 300 meter di atas puncak atau sekitar 1.625 meter di atas permukaan laut.
Berdasarkan laporan resmi PVMBG, kolom abu yang dihasilkan berwarna kelabu dengan intensitas tebal dan terpantau condong ke arah selatan. Erupsi ini terekam pada seismogram dengan amplitudo maksimum 28 milimeter dan durasi sekitar 49 detik. Saat ini, Gunung Ibu berada pada Status Level II (Waspada). Selain sterilisasi zona bahaya, PVMBG juga mengimbau masyarakat untuk senantiasa menggunakan pelindung hidung, mulut (masker), serta pelindung mata apabila terjadi hujan abu saat beraktivitas di luar rumah.
Masyarakat diminta untuk tetap tenang, menjaga kondusivitas wilayah, serta tidak terpengaruh oleh isu atau informasi bohong yang tidak jelas sumbernya. Pemerintah Kabupaten Halmahera Barat juga diharapkan terus berkoordinasi dengan Pos Pengamatan Gunung Ibu di Gam Ici maupun kantor pusat PVMBG di Bandung guna mendapatkan pembaruan data vulkanik secara real-time. Sebagai negara yang berada di jalur Cincin Api Pasifik, kewaspadaan terhadap aktivitas tektonik dan vulkanik menjadi kunci utama dalam mitigasi bencana geologi di Indonesia. Dikutip dari Antaranews.com





