Badung – Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, melaporkan pembatalan lima penerbangan internasional akibat penutupan ruang udara di sejumlah negara Timur Tengah menyusul eskalasi konflik antara AS-Israel dan Iran. Hingga Minggu (1/3), sebanyak 1.631 calon penumpang terdampak kebijakan ini. Communication and Legal Division Head Bandara I Gusti Ngurah Rai, Gede Eka Sandi, menjelaskan bahwa ribuan penumpang tersebut merupakan akumulasi keberangkatan sejak Sabtu malam dari tiga maskapai besar, yakni Emirates, Qatar Airways, dan Etihad Airways.
Adapun rincian penerbangan yang batal berangkat meliputi rute Denpasar menuju Abu Dhabi (Etihad), Dubai (Emirates), dan Doha (Qatar Airways). Beberapa armada dari maskapai tersebut terpantau masih terparkir di apron Bandara Ngurah Rai karena belum adanya kepastian pembukaan ruang udara di wilayah terdampak seperti Iran, Israel, Irak, hingga Uni Emirat Arab. Untuk menangani situasi ini, pihak bandara telah menyiagakan fasilitas help desk guna membantu maskapai dalam melayani penumpang yang ingin melakukan pengembalian dana (refund), perubahan rute, maupun penjadwalan ulang (reschedule).
Manajemen bandara memastikan bahwa sebagian penumpang yang sempat menunggu di area keberangkatan telah difasilitasi penginapan di hotel oleh masing-masing maskapai. Sebagian lainnya memilih tetap berada di rumah atau akomodasi masing-masing setelah mendapatkan informasi terkini lewat koordinasi intensif. Meskipun jalur menuju Timur Tengah terganggu, operasional penerbangan domestik dan internasional rute lainnya di Bandara Ngurah Rai dipastikan tetap berjalan normal dengan pengawasan ketat dari pihak AirNav dan stakeholder terkait. Dikutip dari Antaranews.com







