Jakarta – Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin memberikan instruksi tegas kepada prajurit Batalyon Teritorial Pembangunan (Yon TP) untuk selalu memprioritaskan rasa aman bagi masyarakat. Saat meninjau prajurit Yonif TP 848/Satya Pandya Cakti di Anak Tuha, Lampung Tengah, Menhan menekankan bahwa kehadiran satuan TNI harus dirasakan sebagai pelindung dan pengayom sejati. Dengan memberikan perlindungan dan pelayanan maksimal, diharapkan akan tumbuh rasa memiliki yang kuat dari rakyat terhadap TNI, sehingga tercipta kemanunggalan yang solid di wilayah tugas.
Menhan menjelaskan bahwa langkah preventif seperti patroli bermotor bersenjata dengan sistem buddy perlu ditingkatkan untuk mengantisipasi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat, termasuk ancaman begal dan peredaran narkoba. Namun, pengabdian prajurit tidak hanya terbatas pada aspek keamanan fisik. Prajurit Yon TP juga didorong untuk aktif menggandeng warga dalam kegiatan produktif, seperti pembudidayaan perkebunan dan pengelolaan bahan pangan, guna membuka wawasan ekonomi masyarakat serta membantu menekan angka kriminalitas melalui kesejahteraan.
Di akhir arahannya, Sjafrie Sjamsoeddin meminta seluruh prajurit untuk menjaga semangat tinggi dalam menjalankan tugas pengabdian. Menurutnya, kemampuan teknis militer harus dibarengi dengan kesanggupan tulus untuk hadir di tengah kesulitan rakyat. Dengan menjadi solusi bagi persoalan di daerah rawan, prajurit Yon TP diharapkan mampu menggerakkan roda perekonomian lokal sekaligus memastikan stabilitas pertahanan nasional tetap terjaga dari level paling dasar. Dikutip dari Antaranews.com






