Bukan Kenyang Lama, Konsumsi Karbohidrat Berlebih Saat Sahur Justru Bikin Lemas

  • Ragam
  • February 21, 2026
  • 0 Comments

Jakarta – Ahli gizi rita ramayulis mengingatkan masyarakat agar tidak mengonsumsi karbohidrat secara berlebihan ketika sahur karena dapat mengganggu fungsi organ tubuh. Konsumsi glukosa yang terlalu tinggi menyebabkan pankreas bekerja ekstra untuk memproduksi insulin guna menstabilkan kadar gula dalam darah. Selain memicu penumpukan lemak, kondisi ini juga memperberat kerja ginjal dalam menyaring darah yang menjadi lebih kental akibat lonjakan kadar gula tersebut.

Banyak orang beranggapan bahwa porsi karbohidrat yang besar akan memberikan kekuatan lebih saat berpuasa namun kenyataannya justru sebaliknya. Tubuh cenderung akan merasa cepat lelah dan mengantuk karena beban metabolisme yang terlalu berat setelah makan. Oleh karena itu pemilihan jenis makanan saat sahur sangat menentukan kualitas energi yang akan digunakan oleh tubuh sepanjang hari tanpa menimbulkan risiko gangguan kesehatan jangka panjang pada pankreas maupun ginjal.

Masyarakat sangat disarankan untuk lebih mengutamakan asupan sayur dan protein rendah lemak sebagai menu utama saat sahur. Jika ingin mengonsumsi karbohidrat sebaiknya memilih jenis kompleks atau sumber alami seperti umbi-umbian dalam jumlah yang terkontrol. Dengan menerapkan pola makan yang seimbang tubuh akan merasa lebih bugar dan tetap sehat meskipun sedang membatasi asupan makanan dan minuman selama berjam-jam saat menjalani ibadah puasa. Dikutip dari Antaranews.com

  • Related Posts

    • Ragam
    • April 1, 2026
    • 1 views
    Jadi Primadona! Whoosh Makin Populer Jadi Pilihan Utama Mudik Lebaran 2026

    JAKARTA – Kereta Cepat Jakarta-Bandung, atau yang lebih dikenal sebagai Whoosh, semakin mengukuhkan posisinya sebagai transportasi primadona selama periode arus mudik Lebaran 2026. PT Kereta Cepat Indonesia-China (KCIC) melaporkan lonjakan…

    • Ragam
    • March 14, 2026
    • 7 views
    Bahaya Larangan Total Media Sosial bagi Remaja: Picu Konflik dan Perilaku Pemberontakan

    Jakarta – Upaya membatasi aktivitas digital anak melalui larangan total penggunaan media sosial dinilai tidak selalu efektif dan justru berisiko memicu perlawanan. Psikolog Klinis Dewasa, Teresa Indira Andani, S.Psi., M.Psi.,…