Ahli Gizi Jelaskan Keunggulan Garam Rendah Natrium untuk Mengontrol Hipertensi

  • Ragam
  • February 20, 2026
  • 0 Comments

Jakarta – Para ahli gizi merekomendasikan penggantian garam dapur tradisional dengan garam kalium klorida sebagai upaya menjaga tekanan darah tetap stabil. Garam biasa mengandung natrium tinggi yang dapat menyebabkan tubuh menahan cairan sehingga meningkatkan beban pada pembuluh darah. Sebaliknya, garam kalium atau yang sering disebut garam rendah natrium memiliki efek menyeimbangkan, yakni membantu melebarkan pembuluh darah dan mempercepat pengeluaran natrium berlebih dari dalam tubuh.

Penelitian membuktikan bahwa penggunaan garam kalium dapat menurunkan tekanan darah secara signifikan tanpa menghilangkan kelezatan makanan. Namun, penggunaan garam ini sebaiknya dilakukan secara hemat dan hanya sebagai pengganti sebagian garam biasa untuk menghindari munculnya rasa pahit pada masakan. Garam jenis ini sangat fleksibel untuk digunakan dalam membumbui daging, sayuran, hingga proses pembuatan kue guna menjaga kesehatan jantung secara optimal.

Meskipun bermanfaat, garam kalium tidak disarankan bagi penderita gangguan fungsi ginjal atau orang yang mengonsumsi obat tekanan darah jenis tertentu karena dapat memicu komplikasi kesehatan. Para ahli menyarankan individu dengan kondisi medis khusus untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter sebelum beralih. Sebagai alternatif yang paling aman bagi semua orang, penggunaan bumbu alami seperti rempah-rempah, perasan jeruk lemon, dan cuka tetap menjadi pilihan terbaik untuk menambah cita rasa makanan tanpa risiko hipertensi. Dikutip dari Antaranews.com

  • Related Posts

    • Ragam
    • April 1, 2026
    • 1 views
    Jadi Primadona! Whoosh Makin Populer Jadi Pilihan Utama Mudik Lebaran 2026

    JAKARTA – Kereta Cepat Jakarta-Bandung, atau yang lebih dikenal sebagai Whoosh, semakin mengukuhkan posisinya sebagai transportasi primadona selama periode arus mudik Lebaran 2026. PT Kereta Cepat Indonesia-China (KCIC) melaporkan lonjakan…

    • Ragam
    • March 14, 2026
    • 7 views
    Bahaya Larangan Total Media Sosial bagi Remaja: Picu Konflik dan Perilaku Pemberontakan

    Jakarta – Upaya membatasi aktivitas digital anak melalui larangan total penggunaan media sosial dinilai tidak selalu efektif dan justru berisiko memicu perlawanan. Psikolog Klinis Dewasa, Teresa Indira Andani, S.Psi., M.Psi.,…