Jakarta – Wakil Menteri Koperasi Farida Farichah mengajak pengelola koperasi desa atau kelurahan merah putih untuk memanfaatkan fasilitas pendanaan dari Lembaga Pengelola Dana Bergulir guna memperkuat modal usaha. Dalam kunjungan kerjanya ke Serdang Bedagai, ia menekankan bahwa akses pembiayaan ini sangat krusial untuk mengembangkan sektor produktif, terutama pertanian. Sebagai syarat utama, setiap koperasi diwajibkan terdaftar dalam Sistem Informasi Kopdes Merah Putih atau Simkopdes sebelum mengajukan permohonan bantuan modal tersebut.
Salah satu fokus utama dari penggunaan dana ini adalah untuk meningkatkan nilai tambah komoditas lokal seperti padi melalui pengadaan alat penggilingan secara mandiri. Dengan mengelola hasil panen di tingkat koperasi, masyarakat desa diharapkan dapat memperoleh keuntungan ekonomi yang lebih besar dibandingkan menjual produk mentah. Saat ini, pembangunan fisik gerai koperasi di beberapa wilayah telah mencapai tahap akhir dan ditargetkan mulai beroperasi secara bertahap pada bulan Februari mendatang.
Pemerintah sendiri memiliki target besar untuk mengoperasionalkan 27 ribu unit koperasi desa merah putih pada April 2026, yang akan terus diperluas hingga mencapai 80 ribu unit di akhir tahun. Setiap gerai nantinya tidak hanya berfungsi sebagai lembaga keuangan, tetapi juga menyediakan tujuh fasilitas wajib termasuk gerai sembako, klinik, apotek, hingga gudang berpendingin. Kehadiran infrastruktur pendukung ini diharapkan mampu menjadikan koperasi sebagai pusat logistik dan layanan kesehatan yang inklusif bagi warga pedesaan di seluruh Indonesia. Dikutip dari Antaranews.com







