Jakarta – Kementerian PPN/Bappenas menjalin kolaborasi strategis dengan Chinese Society of Environmental Sciences untuk mengembangkan industri kelapa sawit rendah emisi di Indonesia. Kerja sama yang diresmikan di Jakarta ini fokus pada transformasi industri sawit nasional agar sejalan dengan agenda pembangunan hijau dan target penurunan emisi karbon. Langkah ini mencakup pengembangan teknologi baru, penyusunan metodologi perhitungan emisi untuk mendukung perdagangan karbon, serta penguatan kapasitas petani sawit melalui pembentukan koperasi.
Salah satu fokus utama dari kemitraan ini adalah penerapan teknologi Pabrik Minyak Sawit Emisi Rendah atau PaMER. Teknologi inovatif ini diklaim mampu memproduksi minyak pangan bernutrisi tinggi sekaligus menurunkan emisi karbon hingga 79,19 persen dibandingkan dengan teknologi konvensional. Melalui penggunaan PaMER, industri sawit nasional diharapkan memiliki daya saing yang lebih kuat di pasar global dan mendapatkan peluang dari mekanisme pembiayaan pembangunan yang inovatif.
Selain aspek teknologi, program ini menempatkan petani sebagai aktor penting dalam rantai pasok industri sawit yang berkelanjutan. Melalui pemberdayaan dan pelatihan, para petani diharapkan mampu terlibat langsung dalam mekanisme perdagangan karbon sehingga mendapatkan manfaat ekonomi tambahan. Sinergi antara Indonesia dan Tiongkok ini diharapkan menjadi model pengembangan industri hijau yang inklusif dengan menyeimbangkan kepentingan ekonomi dan perlindungan lingkungan secara berkelanjutan. Dikutip dari Antaranews.com







