Jakarta – Kementerian Sosial menyalurkan bantuan modal senilai lima juta rupiah bagi setiap kepala keluarga yang terdampak bencana di wilayah Sumatra sebagai upaya percepatan pemulihan ekonomi. Program pemberdayaan ini dimaksudkan untuk mendorong kemandirian warga melalui pengembangan usaha rintisan dan peningkatan keterampilan kerja secara bertahap. Pemerintah menilai bahwa dukungan terhadap kegiatan produktif lebih efektif dalam jangka panjang dibandingkan hanya memberikan bantuan sosial yang bersifat konsumtif semata.
Proses distribusi bantuan ini dilakukan dengan pengawasan ketat melalui verifikasi data yang melibatkan pemerintah daerah serta Badan Nasional Penanggulangan Bencana. Selain mendapatkan kucuran dana, para penerima manfaat akan memperoleh pendampingan berkelanjutan dari kementerian terkait yang disesuaikan dengan jenis usaha mereka. Langkah ini diharapkan dapat memastikan bahwa modal yang diberikan benar-benar dipergunakan untuk membangun kembali mata pencaharian warga yang sempat terhenti akibat bencana.
Bersamaan dengan bantuan dari Kementerian Sosial, Kementerian UMKM juga meluncurkan program relaksasi pembiayaan dan penghapusan beban utang bagi pelaku usaha kecil di daerah terdampak. Upaya pembersihan fasilitas publik seperti pasar dan toko dilakukan secara gotong royong guna memastikan aktivitas perdagangan dapat segera kembali normal. Pemerintah menargetkan seluruh rangkaian pemulihan ekonomi dan rekonstruksi wilayah dapat berjalan optimal mulai pekan kedua Januari melalui sinergi lintas kementerian. Dikutip dari RRI.co.id






