Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto membahas kondisi ekonomi makro nasional serta perkembangan perundingan bilateral antara Indonesia dan Amerika Serikat. Pembahasan tersebut masih dalam tahap umum dan belum mencapai keputusan final, namun pemerintah terus memantau setiap progres yang ada secara intensif. Agenda ini menjadi bagian dari fokus utama pemerintah dalam menjaga ketahanan ekonomi nasional di awal tahun 2026.
Proses perundingan dengan Amerika Serikat akan memasuki tahap krusial pada pertengahan Januari melalui perumusan teknis dan hukum yang mendalam. Airlangga menjelaskan bahwa proses penyusunan draf hukum atau legal drafting dijadwalkan pada tanggal 12 hingga 19 Januari untuk memastikan seluruh kesepakatan berjalan sesuai aturan yang berlaku. Rencananya, kesepakatan strategis ini akan ditandatangani langsung oleh kedua kepala negara setelah seluruh tahapan pembahasan teknis tersebut selesai dilakukan.
Rapat terbatas ini juga melibatkan Menteri Keuangan, Menteri ESDM, dan Menteri Investasi guna memastikan keselarasan kebijakan di berbagai sektor ekonomi dan investasi. Selain membahas hubungan bilateral dengan Amerika Serikat, pemerintah juga terus mematangkan berbagai agenda strategis lainnya untuk mendukung stabilitas ekonomi makro. Langkah ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam memperkuat posisi Indonesia di kancah internasional melalui kerja sama yang terukur dan memiliki dasar hukum yang kuat. Dikutip dari RRI.co.id






