Jakarta – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa percepatan rehabilitasi irigasi pertanian merupakan fondasi utama untuk meningkatkan produksi padi dan mewujudkan swasembada beras nasional. Menurutnya, ketersediaan air yang terencana memungkinkan petani mengoptimalkan masa tanam dan meminimalisir risiko kekeringan, sehingga produktivitas meningkat secara signifikan.
Berkat penguatan infrastruktur air, produksi beras tahun 2025 diproyeksikan mencapai 34,79 juta ton dengan stok cadangan pemerintah sebesar 3,3 juta ton pada awal 2026. Langkah strategis ini fokus pada perbaikan jaringan irigasi sebagai penopang keberlanjutan produksi sekaligus peningkatan kesejahteraan petani di seluruh Indonesia.
Direktur Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian, Hermanto, menjelaskan bahwa upaya ini mengacu pada Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2025 tentang percepatan pembangunan dan rehabilitasi irigasi. Fokus utama pemerintah adalah memperbaiki sekitar 60 persen kondisi irigasi yang kurang optimal. Capaian realisasi tahap pertama mencapai 99,93 persen, sementara tahap kedua dan ketiga terus menunjukkan progres positif pada jaringan utama, tersier, hingga irigasi air tanah.
Keberhasilan ini merupakan hasil kolaborasi lintas sektor antara Kementerian Pertanian dengan Kementerian Pekerjaan Umum serta pemerintah daerah. Ke depan, komitmen menuju swasembada pangan akan diperkuat melalui optimasi lahan dan program cetak sawah rakyat secara masif di berbagai wilayah. Dikutip dari Antaranews.com






