Jakarta – Kementerian Kesehatan memastikan 31 rumah sakit terdampak bencana di Aceh telah kembali beroperasi dalam waktu dua pekan. Pemulihan dilakukan melalui percepatan revitalisasi dengan memprioritaskan layanan krusial yang menyangkut keselamatan nyawa pasien.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menjelaskan bahwa meski operasional dilakukan secara bertahap, layanan vital seperti IGD dan cuci darah tidak boleh terhenti. Saat ini, seluruh layanan cuci darah sudah kembali berjalan, bahkan pada rumah sakit dengan kerusakan parah yang telah dipasangi instalasi sementara. Proses perbaikan fasilitas fisik hingga sistem pembuangan limbah dilakukan bersama BUMN konstruksi untuk mempercepat pemulihan.
Di sisi lain, Badan Nasional Penanggulangan Bencana mencatat dampak banjir dan longsor di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat telah menyebabkan 1.112 jiwa meninggal dunia hingga Selasa, 23 Desember 2025. Selain itu, terdapat 176 orang yang masih dinyatakan hilang. Pemerintah memastikan tim gabungan terus melakukan pencarian dan pertolongan dengan mengerahkan personel serta peralatan yang dibutuhkan di lapangan. Dikutip dari RRI.co.id





